05 Januari 2017

Pengertian, Ciri, Bentuk, Dimensi Ideologi Terbuka Dan Tertutup Beserta Perbedaannya

Nilai-nilai dasar dari Pancasila dapat menyesuaikan diri dengan seiring perkembangan zaman. Dengan kata lain, nilai-nilai tersebut tetap akan dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dari masa ke masa. Hal tersebut terjadi dikarenakan Pancasila itu merupakan sebuah ideologi yang sifatnya terbuka.

Penjelasan Ringkas Dan Lengkap Mengenai Ideologi Terbuka Dan Tertutup Beserta Perbedaannya, www.bukusemu.my.id


Hakikat Ideologi Terbuka

Sebagai sebuah sistem pemikiran, ideologi tersebut sangatlah wajar jika akan mengambil sumber atau berpandangan dari sebuah pandangan dan arti falsafah hidup bangsa. Hal tersebut akan membuat sebuah ideologi tersebut akan berkembang sesuai dengan status perkembangan masyarakat dan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa.

Artinya, ideologi tersebut sudah bersifat terbuka yang senantiasa mendorong akan terjadinya perkembangan-perkembangan suatu pemikiran yang baru tentang suatu ideologi tersebut, tanpa harus merubah atau kehilangan jatidirinya.

Kondisi tersebut akan berbeda, jika sebuah ideologi tersebut berakar terhadap sebuah nilai-nilai yang berasal dari luar bangsanya atau pemikiran perseorangan. Ideologi yang berbentuk seperti itu akan menjadi kaku dan lebih cenderung bersifat dogmatis sempit. Dengan kata lain ideologi tersebut bersifat tertutup.


Ciri khas dari ideologi terbuka 

Ciri khas dari ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar, melainkan akan digali dan selalu diambil dari sumber kekayaan rohani, moral serta budaya dari masyarakat itu sendiri.

Pada dasarnya dari konsensus masyarakat ini, tidak hanya diciptakan oleh negara, melainkan juga ditemukan didalam kemasyarakatan itu sendiri. Oleh sebab itu, Apa yang dimaksud ideologi terbuka itu?

Ideologi terbuka adalah semua yang memiliki hal tersebut berasal dari semua rakyat, masyarakat yang akan dapat menemukan jati dirinya sendiri di dalamnya.

Ideologi yang terbuka mempunyai banyak sekali berbagai keunggulan dibandingkan dengan ideologi yang tertutup. Keunggulan yang ada didalamnya tersebut dapat kita temukan dengan cara membandingkan antara karakteristik kedua ideologi tersebut. 


Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

1. Karakteristik Ideologi Terbuka

IDEOLOGI TERBUKA
aSistem pemikiran yang lebih terbuka
bNilai-nilai dan cita-citanya tidak akan dipaksakan dari luar, melainkan akan selalu digali dan diambil dari sumber harta kekayaan rohani, moral serta budaya yang ada di dalam masyarakat itu sendiri
cDasar dari pembentukan ideologi tersebut bukan karena keyakinan ideologis dari sekelompok orang, melainkan hasil dari musyawarah dan mempunyai kesepakatan dari seluruh masyarakat itu sendiri
dTidak langsung diciptakan oleh negara, melainkan oleh berbagai apirasi masyarakat itu sendiri sehingga bisa dikatakan bahwa ideologi tersebut adalah milik seluruh rakyat atau anggota masyarakat dari suatu negara itu
eTidak hanya dibenarkan saja, melainkan sudah sangat dibutuhkan oleh seluruh warga masyarakat
fIsinya tidak mempunyai sifat operasional. Ideologi itu baru akan bersifat operasional apabila telah dijabarkan ke dalam suatu wadah perangkat yang berupa bentuk konstitusi atau peraturan perundang-undangan lainnya
gSenantiasa akan berkembang seiring dengan perkembangan bentuk aspirasi, pemikiran serta akselerasi dari berbagai masyarakat didalam mewujudkan cita-cita dari awal untuk dapat hidup berbangsa dan bernergara didalam mencapai kemakmuran harkat dan martabat kemanusian.



2. Karakteristik Ideologi Tertutup

IDEOLOGI TERTUTUP
aSistem pemikiran yang sangat tertutup
bCenderung untuk selalu memaksakan disaat mengambil nilai-nilai ideologi yang berasal dari luar pemikiran masyarakatnya yang bida menjadikan ketidak sesuaian dengan bentuk keyakinan dan pemikiran masyarakat suatu negara itu
cDasar pembentukannya itu adalah berasal dari cita-cita atau keyakinan ideologis dari perseorangan atau salah satu kelompok orang
dPada dasarnya ideologi tersebut telah diciptakan oleh negara, didalam hal ini penguasa negaralah yang mutlak dan harus diikuti oleh seluruh warga masyarakat yang tergabung kedalam bentuk ideoogi tersebut
ePada hakikatnya ideologi tersebut hanya sering dibutuhkan oleh seorang penguasa negara untuk memperpanjang masa kekuasaannya dan cenderung lebih memiliki nilai suatu kebenaran hanya dari satu sudut pandang yaitu penguasa saja
fIsinya hanya terdiri dari tuntutan-tuntutan yang berbentuk konkret dan operasional yang bersifat keras serta memaksa yang wajib ditaati oleh seluruh warga masyarakat itu sendiri
gTertutup terhadap suatu pemikiran-pemikiran baru yang telah berkembang di masyarakat

Dari uraian tabel di atas, sistem ideologi terbuka memang menjadi lebih unggul dibandingkan dengan sistem ideologi tertutup. Hal tersebut akan membuat ideologi terbuka menjadi tidak hanya sekedar dibenarkan, melainkan akan dibutuhkan oleh berbagai macam negara.

Hampir semuanya dapat dipastikan, negara yang telah menganut sistem ideologi yang tertutup seperti dengan negara komunis, lama kelamaan akan mengalami kehancuran secara ideologis dan bertahap.

Dalam artian bahwa negara tersebut tidak dapat mampu membendung lagi berbagai desakan-desakan yang telah muncul baik dari dalam maupun dari luar negaranya tersebut, sehingga pada akhirnya akan membuat sistem ideologi negara tersebut dapat  ditinggalkan oleh masyarakatnya sendiri.


Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka, www.bukusemu.my.id

Pancasila telah berakar pada suatu pandangan hidup bangsa serta falsafah hidup bangsa, sehingga dapat memenuhi persyaratan sebelum menjadi sebuah sistem ideologi yang terbuka. Sekalipun Pancasila telah bersifat terbuka, tidak dapat berarti bahwa semua keterbukaannya adalah sebegitu rupa yang lama kelamaan akan dapat memusnahkan atau meniadakan arti jati diri asli pada Pancasila itu sendiri.

Keterbukaan Pancasila ini mengandung pengertian bahwa Pancasila akan senantiasa dapat mampu berinteraksi dengan cara dinamis. Nilai-nilai di dalam Pancasila tidak akan berubah, namun pelaksanaannya saja yang disesuaikan dengan semua kebutuhan dan tantangan nyata yang akan kita hadapi didalam setiap waktu yang berjalan.

Hal ini dimaksudkan untuk kembali menegaskan bahwa bentuk ideologi Pancasila selalu bersifat aktual, dinamis, antisipatif serta senantiasa dapat mampu menyesuaikan dirinya dengan suatu perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta didalam dinamika perkembangan suara aspirasi masyarakat.


Bentuk nilai-nilai yang dikandung atas keterbukaan sistem Ideologi Pancasila

a.  Nilai Dasar

Nilai dasar yaitu dalam hakikat kelima pada sila Pancasila: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan. Nilai-nilai dari suatu dasar tersebut telah bersifat universal, sehingga di dalamnya telah terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar.

Nilai dasar ini akan bersifat tetap dan terlekat didalam kelangsungan hidup suatu negara. Nilai dasar tersebut selanjutnya akan dijabarkan kedalam pasal-pasal dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.



 b. Nilai Instrumental

Nilai instrumental yaitu suatu penjabaran yang lebih lanjut dari sebuah nilai-nilai dasar dari ideologi Pancasila. Misalnya adalah program-program untuk pembangunan yang dapat disesuaikan bentuknya sesuai dengan perkembangan zaman serta masukan aspirasi masyarakat, undang-undang, maupun departemen-departemen yang bertugas sebagai lembaga pelaksana juga akan dapat berkembang. Didalam aspek ini akan  senantiasa dapat dilakukan berbagai perubahan.



c. Nilai Praksis

Nilai praksis yaitu merupakan bentuk realisasi dari nilai-nilai instrumental didalam suatu pengalaman yang nyata didalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam bentuk realisasi praksis inilah yang akan membuat penjabaran dari nilai-nilai Pancasila senantiasa lebih berkembang dan selalu dapat dilakukan berbagai perubahan dan perbaikan (reformasi) sesuai dengan bentuk perkembangan zaman dan sebuah aspirasi masyarakat. Inilah sebabnya bahwa sistem ideologi Pancasila merupakan bentuk ideologi yang terbuka.

Suatu bentuk ideologi selain mempunyai aspek-aspek yang bersifat sangat ideal yang berupa cita-cita, pemikiran-pemikiran serta berupa nilai-nilai yang dianggap baik, juga harus memiliki sebuah norma yang jelas. Hal ini bisa dikatakan seperti tadi dikarenakan suatu ideologi harus dapat mampu direalisasikan didalam kehidupan nyata.


Pancasila yang sebagai ideologi berbentuk terbuka secara struktural memiliki tiga dimensi, yaitu:


a.  Dimensi Idealisme

Dimensi ini telah menekankan bahwa sebuah nilai-nilai dasar yang terkandung didalam Pancasila bersifat sistematis, rasional dan menyeluruh.

Idealisme yang telah terkandung didalam Pancasila akan mampu memberikan sebuah harapan, optimisme serta dapat mampu mendorong bentuk motivasi para pendukungnya untuk berupaya mewujudkan cita-cita yang diharapkan sebelumnya.



 b.  Dimensi Normatif

Dimensi ini juga mengandung pengertian bahwa didalam nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila akan perlu dijabarkan kedalam suatu sistem kenormaan masyarakat, sebagaimana yang terkandung didalam norma-norma keagamaan.

Di dalam pengertian ini, Pancasila terkandung kedalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang merupakan sumber tertib hukum tertinggi didalam Negara Republik Indonesia serta dapat merupakan staatsfundamentalnorm (pokok atau kaidah suatu negara yang fundamental).

Dengan kata lain, Pancasila tersebut agar dapat mampu dijabarkan ke dalam langkah-langkah bermasyarakat yang bersifat operasional, harus perlu memiliki suatu norma atau aturan hukum yang jelas dan terdata.



c.  Dimensi Realitas

Dimensi ini mengandung makna bahwa didalam suatu ideologi harus dapat mampu mencerminkan realitas kehidupan yang sering berkembang didalam masyarakat. Dengan kata lain, Pancasila telah memiliki bentuk keluwesan yang sudah memungkinkan dan bahkan dapat merangsang didalam pengembangan betuk pemikiran-pemikiran yang baru serta relevan tentang dirinya, tanpa harus menghilangkan atau mengingkari bentuk hakikat yang terkandung didalam nilai-nilai dasarnya tersebut.

Oleh karena itu, Pancasila juga harus mampu dijabarkan kedalam kehidupan masyarakatnya secara lebih nyata baik dalam kehidupan sehari-hari maupun didalam penyelenggaraan suatu Negara.


Itulah penjelasan mengenai ideologi, semoga anda mendapatkan manfaat dan ilmu yang lebih setelah membaca postingan ini. Kita sebagai warga negara yang baik, kita harus selalu berupaya untuk membangun bangsa dimulai dengan hal yang paling kecil yaitu belajar. Sukses untuk anda!

Artikel Terkait

Pengertian, Ciri, Bentuk, Dimensi Ideologi Terbuka Dan Tertutup Beserta Perbedaannya
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

10 komentar

5 Januari 2017 20.08 delete

kebeneran banget nih ada pr tentang ini, mkasih bro

Reply
avatar
5 Januari 2017 22.02 delete

Senang bisa membantu anda, sama-sama :)

Reply
avatar
5 Januari 2017 22.18 delete

Tugas sekolah serasa ringan, wkwkwk, makasih loh min

Reply
avatar
5 Januari 2017 22.24 delete

thank infonya gan , jadi tau tentan Hakikat Ideologi. bermanfaat sekali nih

Reply
avatar
5 Januari 2017 22.26 delete

Waaah makasih artikel nya gan sangat bermanfaat Besok jadi gk bingung kalo ngerjain soal :v

Reply
avatar
5 Januari 2017 23.36 delete

Alhamdulillah artikelnya bermanfaat :)

Reply
avatar
5 Januari 2017 23.40 delete

Iya sama-sama, jangan dibuat aneh-aneh :D

Reply
avatar
6 Januari 2017 00.41 delete

Wah cocok nih buat belajar entar kalau ada ujian

Reply
avatar
7 Februari 2017 23.11 delete

Niat yang bagus tetapi jangan kalau ada ujian aja ya :D

Reply
avatar

1. Silahkan berkomentar, gunakan bahasa yang baku, sopan, dan sesuai dengan topik
2. Link Hidup maupun Link Mati akan saya hapus dan tidak akan diterbitkan komentarnya
3. Silahkan kalo mau mengcopas untuk referensi atau tugas, jangan lupa sertakan sumbernya!
4. Komentar tanpa akun (Anonim) tidak akan dijawab atau diterbitkan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *