11 Januari 2018

7 Cara Cerdas Kelola Keuangan Rumah Tangga


Menjadi seorang istri berarti mengemban tugas baru sebagai pengelola keuangan keluarga.

Di dalam budaya Indonesia, pasangan suami istri biasanya bekerjasama dan saling berbagi tugas serta peran masing-masing.

Suami bekerja mencari nafkah untuk keluarga sedangkan istri bertugas mengelola keuangan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meskipun baik suami maupun istri sama-sama bekerja, tugas pengelolaan ini biasanya tetap dilimpahkan kepada istri yang dianggap lebih mumpuni dalam mengelola dan mengerti semua rincian kebutuhan keluarga.

Cara Cerdas Kelola Keuangan Rumah Tangga, bukusemu, buksem, BS, BKS

Berapapun penghasilan yang diperoleh suami ataupun istri tidak akan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan jika tidak dapat dikelola dengan baik dan tepat.

Di sinilah letak pentingnya kemampuan wanita untuk mengatur keuangan keluarga.

Berikut ini beberapa tips yang bisa membuat Anda semakin mahir dalam mengelola keuangan keluaga :


1. Biasakan menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan

Simpanan tabungan merupakan hal yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang, apalagi sebuah rumah tangga. Adanya kemungkinan dibutuhkannya dana-dana tak terduga membuat keberadaan tabungan bisa memberikan rasa aman bagi Anda dan keluarga.

Ada baiknya Anda menyisihkan sebagian penghasilan pada setiap awal bulan untuk langsung dimasukkan ke dalam tabungan.

Memisahkan sebagian tabungan di awal bulan ini bisa membantu Anda untuk berhemat di sisa bulan tersebut. Mau tidak mau Anda akan dilatih untuk dapat mengatur keuangan dengan sisa uang yang Anda miliki.

Usahakan untuk tidak menyentuh uang tabungan Anda kecuali pada keadaan yang mendesak. Agar lebih aman, Anda bisa membuka rekening tabungan di bank daripada menyimpannya sendiri di rumah.


2. Buatlah skala prioritas untuk menentukan pos-pos pengeluaran yang perlu dan tidak perlu

Sebagai wanita tentu seringkali dihadapkan pada keinginan-keinginan untuk membeli suatu barang yang sebenarnya tidak begitu diperlukan.

Membuat skala prioritas keluarga dapat membantu Anda mengerem keinginan belanja yang berlebihan.

Lebih baik alokasikan dana keluarga untuk pendidikan anak, tabungan dan kebutuhan dasar sehari-hari.

Sesuaikan pos alokasi dana dengan kondisi terkini keluarga. Misalkan anak Anda sebentar lagi lulus sekolah dasar dan akan melanjutkan ke sekolah menengah maka alokasikan dana Anda untuk persiapan pendaftaran anak Anda nanti.


3. Buat catatan pengeluaran harian

Anda bisa menyiapkan satu buku kecil untuk mencatat pengeluaran-pengeluaran harian untuk keperluan rumah tangga.

Pembuatan catatan ini sangat bermanfaat untuk menganalisa pos-pos mana yang paling banyak memakan anggaran belanja rumah tangga.

Adanya catatan pengeluaran menjadikan keuangan keluarga menjadi lebih terkontrol. Anda pun bisa mengamati pola keuangan keluarga setiap bulannya yang nantinya bisa pula digunakan untuk memperkirakan pengeluaran keluarga di bulan-bulan berikutnya.


4. Ukur kemampuan keuangan keluarga Anda, jangan menyamakan diri dengan kondisi orang lain

Terkadang masalah gengsi bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri dan keluarga. Selalu ukur kemampuan keuangan sendiri dan jangan termakan gengsi untuk selalu sama dengan orang-orang sekitar.

Jangan sampai Anda berhutang hanya demi memenuhi gengsi dan memperkokoh status sosial Anda di lingkungan pergaulan. Terus menerus mengikuti gengsi pasti tidak akan ada habisnya.

Percaya diri saja dengan apa yang Anda miliki, tidak perlu merasa malu jika Anda belum dapat membeli barang-barang seperti yang dimiliki orang lain. Pemenuhan kebutuhan dasar keluarga lebih utama daripada status sosial semata.


5. Buat rencana belanja kebutuhan bulanan

Rencana belanja dan keuangan rumah tangga per bulannya dapat menjadi panduan agar pengeluaran rumah tangga lebih terkontrol.

Buatlah daftar rincian pengeluaran kebutuhan dasar dan kebutuhan sekolah anak yang memang harus selalu dibayarkan setiap bulannya.

Tulislah daftar pengeluaran selengkap mungkin agar Anda bisa mengantisipasi seluruh kemungkinan biaya yang harus Anda perlukan di bulan tersebut.

Jika penghasilan Anda atau suami ternyata dimungkinkan kurang dapat memenuhi kebutuhan keluarga di bulan tersebut,

Anda bisa segera mengambil tindakan antisipasi. Anda bisa melakukan pekerjaan sampingan lainnya untuk menambah penghasilan.

Jika ada kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi sedangkan penghasilan keluarga belum dapat mencukupi, Anda bisa mengajukan pinjaman pada bank, koperasi, ataupun lembaga pembiayaan lainnya.


Di era serba internet saat ini, ada terobosan baru berupa pinjaman online. Jenis pinjaman ini serupa dengan pinjaman lain tapi tidak melalui bank atau lembaga perkreditan lainnya.

Proses yang lebih mudah, praktis dan tanpa jaminan membuat pinjaman online mulai banyak dilirik oleh pengguna.

Monily id merupakan salah satu jasa layanan penyedia pinjaman online yang terpercaya. Di Monily Anda bisa menentukan sendiri jumlah pinjaman beserta jangka waktu pengembalian.

Pada layanan pinjaman online ini Anda bisa mengajukan pinjaman sampai dengan Rp800.000,00 untuk jangka waktu pengembalian paling lama 30 hari.

Jika Anda memerlukan pinjaman online dalam jumlah yang lebih besar, Pinjaman 24 id bisa jadi pilihan yang tepat. Tapi ingat, manfaatkan layanan pinjaman baik dari bank, online maupun lembaga lainnya hanya dalam kondisi sangat darurat.

Jangan biasakan diri Anda dan keluarga berhutang untuk hal-hal yang tidak perlu, seperti belanja pakaian, perhiasan ataupun barang-barang yang bukan merupakan kebutuhan dasar.


6. Buat strategi investasi yang tepat

Jika Anda dapat mengatur pengeluaran dengan baik, Anda bisa menyisihkan sebagian uang untuk investasi jangka panjang. Kondisi ekonomi keluarga yang tidak dapat ditebak jalan ceritanya membuat investasi ini dapat menjadi salah satu cadangan jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan uang.

Investasi yang tepat dapat membuat nilai uang yang kita tanamkan akan berlipat-lipat seiring berjalannya waktu.

Hindari pembelian kendaraan ataupun barang elektronik untuk investasi. Jenis-jenis barang tersebut nilainya justru akan semakin berkurang dengan semakin lamanya pemakaian dan semakin tuanya usia barang.

Akan tetapi hal ini tidak berlaku untuk barang-barang antik yang justru nilainya semakin bertambah dari waktu ke waktu. Anda bisa berinvestasi melalui properti, tanah ataupun logam mulia seperti emas.

Tanah dan properti sudah dapat dipastikan nilainya akan terus naik karena keberadaannya yang semakin berkurang. Sementara itu, emas dan logam mulia lain nilainya juga tidak turun meskipun telah lama disimpan.

Anda perlu waspada dan hati-hati pada tawaran investasi bodong yang kerapkali menghampiri.

Tidak sedikit masyarakat yang sudah tertipu oleh model investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat yang terkadang kurang masuk akal.

Konsultasikan semua keputusan keuangan keluarga berdua dengan pasangan. Mintalah pendapat satu sama lain dalam memutuskan sesuatu terkait keuangan karena topik ini merupakan topik yang perlu direncanakan dengan hati-hati.


7. Sisihkan sebagian uang untuk sedekah dan kegiatan amal lainnya

Percayalah bahwa bersedekah tidak akan membuat Anda kekurangan, justru bisa melipatgandakan rezeki. Sisihkan sebagian uang Anda dan keluarga untuk disumbangkan atau disedekahkan kepada yang membutuhkan.

Tindakan ini akan membuat harta Anda lebih berkah dan dapat memberikan ketenangan batin tersendiri.

Semoga tips-tips tadi dapat membantu Anda mengatur keuangan keluarga dengan jauh lebih baik. Istri yang cerdas dan bijak dalam mengatur keuangan akan menghasilkan masa depan yang terjamin bagi keluarga dan anak-anak khususnya.


Artikel Terkait

7 Cara Cerdas Kelola Keuangan Rumah Tangga
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

* Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar yang relevan dengan isi artikel
* Berikan tanda centang pada "beri tahu saya" untuk mendapatkan notifikasi balasan
== Terima kasih sudah mampir, ditunggu kunjungan berikutnya ! ==

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *